Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat penanganan genangan di berbagai wilayah. Dari total 1.015 titik genangan yang dipetakan sejak 2020, sebanyak 440 titik telah berhasil ditangani hingga akhir 2025.

Pada 2026, Pemkot menargetkan penanganan sekitar 120 titik genangan melalui pembangunan saluran drainase baru dan normalisasi saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan upaya pengendalian banjir tidak dapat dilakukan pemerintah kota sendiri. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan, terutama untuk normalisasi sungai yang menjadi kewenangannya.

Ia menyebut sedimentasi di Sungai Surabaya, Kalimas, dan Kali Jagir sudah cukup tinggi sehingga perlu segera dikeruk. Selain itu, pembangunan pintu air di muara Kali Jagir juga dinilai penting agar aliran air menuju hilir lebih lancar.

“Percuma kita membangun banyak saluran jika di bagian muaranya masih mengalami pendangkalan,” ujar Hidayat.

Pemkot Surabaya, lanjutnya, telah menyampaikan surat kepada pemerintah pusat agar pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan pintu air dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan penanganan genangan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemetaan sejak 2020. Setelah menyelesaikan sekitar 440 titik hingga 2025, Pemkot akan melanjutkan penanganan di sekitar 120 titik pada 2026 sekaligus menyiapkan perencanaan untuk program tahun 2027.

Menurut Adi, normalisasi saluran menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi sistem drainase. Sebab, pembangunan saluran baru tidak akan optimal tanpa perawatan rutin terhadap saluran yang sudah ada.

Saat ini, Pemkot Surabaya menangani sekitar 340 saluran yang menjadi kewenangannya, sedangkan sekitar 30 saluran primer berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, penanganan banjir dan genangan membutuhkan kolaborasi lintas instansi agar sistem drainase dapat berfungsi secara maksimal.

Adi juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, saluran yang bersih akan membantu meningkatkan kinerja drainase dan rumah pompa sehingga risiko genangan dapat diminimalkan.