Pemkot Surabaya Lanjutkan Pelebaran Jalan Raya Menganti, Fokus Urai Kemacetan di Surabaya Barat
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melanjutkan proyek pelebaran Jalan Raya Menganti pada 2026 sebagai bagian dari program pengembangan kawasan Surabaya barat dan selatan. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Raya Menganti, Jalan Babatan UNESA, Wiyung, dan kawasan sekitarnya.
Selain pelebaran jalan, proyek juga mencakup pembangunan sistem drainase untuk mendukung pengendalian genangan dan memperlancar aliran air di sepanjang koridor tersebut.
Sebelum memasuki tahap pelebaran jalan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya memprioritaskan pembangunan saluran tepi di lahan yang telah selesai dibebaskan. Saluran tersebut akan berfungsi sebagai sistem drainase yang mengalirkan air ke sungai di tengah Jalan Raya Menganti sehingga pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih optimal.
Di saat yang sama, DSDABM juga melakukan pemindahan jaringan utilitas listrik ke sisi selatan jalan. Proses relokasi dilakukan bersama PLN dengan memindahkan tiang listrik, kabel, serta trafo yang berada di area proyek. Langkah ini diperlukan agar pekerjaan penggalian tanah dan pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau tiang pancang beton dapat segera dimulai tanpa mengganggu jaringan utilitas yang ada.
Secara keseluruhan, proyek pelebaran Jalan Raya Menganti memiliki panjang sekitar 1.900 meter. Namun, pada tahap pertama tahun 2026, pekerjaan difokuskan pada ruas sepanjang 950 meter yang membentang dari kawasan Masjid Al Hidayah hingga Puskesmas Lidah Kulon di Kecamatan Lakarsantri.
Sementara itu, sisa ruas sepanjang 950 meter yang menghubungkan Puskesmas Lidah Kulon hingga Asrama Polisi (Aspol) Bangkingan dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun berikutnya. Pelaksanaan tahap kedua masih menunggu penyelesaian proses pembebasan lahan.
Proyek yang dikerjakan pada 2026 merupakan kelanjutan dari pembangunan yang telah dimulai pada 2024. Pada tahap sebelumnya, Pemkot Surabaya telah melebarkan Jalan Raya Menganti sepanjang sekitar 400 meter, dimulai dari simpang lampu lalu lintas Jalan Babatan UNESA ke arah barat.
Melalui pelebaran jalan ini, Pemkot Surabaya berharap arus lalu lintas di kawasan Surabaya barat menjadi lebih lancar sekaligus meningkatkan konektivitas menuju wilayah Surabaya selatan dan barat. Pengembangan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan kawasan yang selama ini hanya dilayani oleh satu akses jalan utama sehingga sering mengalami kepadatan kendaraan.
