Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan guru di Jawa Timur.

Penghargaan tertinggi PB PGRI itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. saat audiensi bersama Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin.

Khofifah mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai penghargaan itu bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk semakin serius menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari berbagai capaian sektor pendidikan di Jawa Timur yang melibatkan banyak pihak, mulai dari siswa, orang tua, guru, kepala sekolah, hingga institusi pendidikan.

Khofifah menegaskan pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan mempersiapkan generasi emas Indonesia. Pendidikan juga dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan.

“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan, semua dari pendidikan,” katanya.

Jatim Cetak Sejumlah Prestasi Pendidikan

Khofifah menyebut Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri selama tujuh tahun berturut-turut melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sejak 2019 hingga 2026.

Selain itu, Jawa Timur kembali meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026. Prestasi tersebut menjadi kemenangan keempat secara berturut-turut sekaligus memperkuat posisi Jatim sebagai salah satu barometer pendidikan vokasi nasional.

Capaian lainnya terlihat dari jumlah prestasi siswa. Hingga 12 Mei 2026, Jawa Timur tercatat mengoleksi 45.839 medali dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dari berbagai kompetisi pendidikan.

Untuk memperluas akses pendidikan, Pemprov Jatim juga menyiapkan lebih dari 143 ribu kuota beasiswa pendidikan pada 2026.

Kuota tersebut terdiri atas 81.131 bagi calon siswa SMA/SMK swasta dan sekitar 62 ribu kuota untuk calon mahasiswa baru perguruan tinggi swasta.

“Karena pendidikan berkualitas adalah hak bagi seluruh masyarakat, semua berhak mendapatkan akses yang sama,” ujar Khofifah.

Selain akses pendidikan, Khofifah mengatakan pemerintah pusat dan daerah juga terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) agar kesejahteraan tenaga pendidik dapat semakin meningkat.

PGRI Sebut Kriteria Penghargaan Sangat Ketat

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengatakan Khofifah dinilai memenuhi kriteria ketat untuk menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha. Penilaian tersebut didasarkan pada komitmen terhadap dunia pendidikan yang diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan dukungan anggaran.

“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada gubernur, bupati, wali kota. Dan dalam hal ini gubernur biasanya itu sangat-sangat sedikit karena kriterianya yang sangat berat,” kata Unifah.

Menurutnya, komitmen Jawa Timur terhadap penguatan pendidikan publik juga mendapat perhatian internasional. Jawa Timur dipilih dalam Program Go Public Fund Education yang digagas Education International karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam memperkuat investasi pendidikan publik dan meningkatkan mutu pendidikan.

Penghargaan Dwija Praja Nugraha diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan guru di Jawa Timur.