Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, menyusul insiden keamanan pangan yang berdampak pada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG tersebut dikenai suspend berat selama 30 hari. Selain itu, BGN mengusulkan pencopotan dan pergantian Kepala SPPG sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan layanan makanan MBG.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan investigasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan terkait untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait. Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” kata Ketut, Rabu (2/9/2026).

Ia menambahkan, sanksi suspend berat selama 30 hari juga telah diberikan kepada SPPG Kalitengah Tanggulangin.

BGN Koordinasi dengan Sekolah dan Pemda

Selain melakukan investigasi, BGN berkoordinasi dengan kepala daerah serta pimpinan MA dan MTs Manbaul Hikam Putat, Sidoarjo.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan serta mendukung proses evaluasi terhadap penyedia makanan MBG.

BGN menegaskan investigasi masih berlangsung sehingga penyebab pasti insiden keamanan pangan tersebut belum dapat disimpulkan. Hasil pemeriksaan bersama Dinas Kesehatan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kepala SPPG Diusulkan Dicopot

Sebagai bagian dari evaluasi internal, BGN juga mengusulkan pencopotan Kepala SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

Ketut mengatakan pergantian pimpinan SPPG diperlukan sebagai bagian dari evaluasi setelah terjadinya insiden tersebut.

“Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian,” ujarnya.

Meski demikian, BGN belum mengungkap hasil akhir pemeriksaan terkait faktor yang menyebabkan insiden keamanan pangan. Proses investigasi masih dilakukan bersama pihak-pihak terkait.

Keselamatan Penerima MBG Jadi Prioritas

Di tengah proses pemeriksaan, BGN memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan penerima manfaat menjadi prioritas utama.

Sejumlah penerima manfaat yang terdampak masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. BGN memastikan penanganan medis menjadi fokus utama sembari menunggu hasil investigasi.

“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” tegas Ketut.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG sekaligus menentukan langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.