Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merelokasi 43 pedagang pasar tumpah yang selama ini berjualan di badan jalan dan saluran air kawasan Jalan Jagir Wonokromo 8. Penertiban dilakukan untuk membuka akses jalan sekaligus menyiapkan fasilitas putar balik (u-turn) yang lebih aman bagi pengguna jalan.

Camat Wonokromo, Rerry Setianingtiyaswati, mengatakan penertiban dilakukan setelah adanya evaluasi keselamatan lalu lintas serta keluhan masyarakat terkait aktivitas pedagang di lokasi tersebut.

Selama ini, pengendara dari Jalan Raya Stasiun Wonokromo menuju Jalan Raya Wonokromo kerap melakukan putar balik melalui area parkir pertokoan. Akses tersebut dinilai berisiko karena memiliki kontur menurun dan permukaan jalan berbatu serta berada dekat dengan lampu lalu lintas.

“Jalan Jagir Wonokromo 8 sebenarnya merupakan akses jalan tembus, namun selama ini tertutup lapak pedagang dan bangunan liar. Karena itu, kami lakukan penertiban,” ujar Rerry, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, proses penertiban dilakukan secara humanis dan persuasif. Kecamatan dan kelurahan telah melakukan pendataan pedagang sejak pertengahan Ramadan, dilanjutkan dengan pemberitahuan hingga pemberian Surat Peringatan (SP).

Penertiban secara intensif kemudian dilakukan pada Senin (31/8/2026), dengan melibatkan Polsek, Koramil, Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

Sebagai solusi bagi para pedagang, Kecamatan Wonokromo berkoordinasi dengan PD Pasar Surya Perseroda Pasar Wonokromo untuk menampung mereka di stan yang tersedia di dalam Pasar Wonokromo.

“Seluruh pedagang akan ditampung di stan Pasar Wonokromo yang lokasinya tepat berada di sebelah area penertiban,” jelas Rerry.

Jalan Jagir Wonokromo Mulai Diperbaiki

Usai penertiban, DSDABM Kota Surabaya langsung melakukan pembenahan infrastruktur. Alat berat mulai diterjunkan pada Selasa (1/9/2026).

Pekerjaan meliputi pembersihan dan optimalisasi drainase, peninggian serta pengurukan agregat sepanjang sekitar 60–70 meter dengan lebar 10 meter, hingga pengaspalan jalan.

Jalan tersebut nantinya akan dibuat terhubung dari ujung ke ujung sehingga dapat menjadi akses penghubung antarjalan raya.

Pengerjaan fisik diperkirakan berlangsung sekitar lima hari. Setelah rampung, Jalan Jagir Wonokromo 8 yang sebelumnya sempit dan sulit dilalui kendaraan roda dua diharapkan dapat dilewati kendaraan roda empat dengan lebih aman dan nyaman.

Rerry menambahkan, penerapan rute dan sistem lalu lintas di kawasan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan hasil kajian Dishub Surabaya.

Pedagang Akan Ditampung di Pasar Wonokromo

Kepala Pasar Wonokromo, Agus Setyawan, memastikan pihaknya siap menampung 43 pedagang yang terdampak penertiban.

Menurut Agus, pihak pasar telah mendapat informasi mengenai rencana penertiban sejak sebelum pelaksanaan. Kecamatan Wonokromo juga meminta pengelola menyiapkan data stan kosong yang dapat digunakan para pedagang.

“Pihak kecamatan meminta kami menyiapkan data stan kosong untuk menampung para pedagang tersebut,” kata Agus.

Ia menjelaskan, pedagang yang direlokasi menjual berbagai komoditas. Mayoritas merupakan pedagang buah, khususnya pisang. Selain itu, terdapat pedagang daging dan sayuran.

Para pedagang nantinya dapat menempati stan melalui mekanisme sewa bulanan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sistem yang diterapkan bukan pembelian lapak.

“Sistemnya sewa yang dibayarkan setiap bulan. Sampai saat ini memang belum ada pedagang yang masuk secara resmi, tetapi kami terus menyosialisasikan dan menunggu kedatangan mereka,” ujar Agus.

Agus menegaskan, Pasar Wonokromo dan PD Pasar Surya siap menampung seluruh pedagang pasar tumpah tersebut.

Ia berharap relokasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Selain mengembalikan fungsi Jalan Jagir Wonokromo 8 sebagai jalur lalu lintas dan akses putar balik, keberadaan pedagang di area resmi pasar juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di Pasar Wonokromo.

“Kami berharap penataan ini menjadi langkah yang baik untuk semua pihak, baik bagi pengguna jalan maupun masyarakat yang ingin berbelanja supaya tetap nyaman dan aman,” pungkasnya.